Kategori : Berita Unik, Cerita Unik | Komentar : (2)
Hal ini terlihat dengan jelas pada salah satu gambar capres dan cawapres dipasang gambar anting-anting pada telinganya, bibir di warnai merah (gincu), dagu ditambah janggut, alis dipertebal dan ditambah kumis. Aksi yang mengundang senyum ini kontan membuat para panitia KPPS dan para saksi tersenyum dan geleng-geleng kepala.
Bahkan salah seorang anggota KPPS sempat bingung melihat hal ini dan berujar ;
” Waduh, bagaimana yang memilih ini ? Surat suara tidak dicontreng malah di gambar dan diwarnai sedemikian rupa. Dia ngerti menyontreng atau memang sengaja mau membuat suara tidak sah dengan cara tidak wajar.”
Peristiwa ini menunjukkan masih adanya perbuatan bernafaskan GOLPUT dengan cara yang unik. Walaupun pihak KPU sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan cara mencontreng / memilih dengan benar, aksi itu juga menegaskan masih banyak pemilih yang mensia-siakan hak pilih mereka sebagai warganegara yang baik. Padahal setiap satu hak pilih yang dimiliki juga ikut menentukan nasib bangsa.
Sejenak Didi pun tersenyum melihat perbuatan itu, walaupun suara tidak sah / abstain pada KPPS di tempat Didi juga ada namun tidak ada yang seperti itu.
Didi kira peristiwa serupa juga terjadi diberbagai wilayah di daerah lain, tentunya dengan aksi yang berbeda.
Hehehehe, ada-ada aja dah …
By. Didi
Sumber : Harian Bangka Pos, Edisi Sabtu 11 Juli 2009, hal 4.
Bila informasi ini bermanfaat bagi anda,
jangan lupa untuk berbagi dengan teman anda yang lain. Gunakan fitur sharing diatas.
Simak juga artikel lainnya pada :
------------------------------Artikel lain dalam kategori yang sama :
- » Maturnuwun = Kulonuwun ?
- » Tali "ajaib" pelindung rumah
- » Seorang Bocah Tewas Dikeroyok Anjing
- » Terjebak perang bersama “hantu”
- » Cara Unik Menetralkan Pelet
- » Kejar Maling - Dikejar Maling
- » Sepak Bola di Lapangan Lumpur
- » Gantian Dong Pi ...
- » Menunggu Gajah Tidur ?
- » Pendekar yang bersilat di tengah pasar ...






Juli 13th, 2009 at 6:56 pm
menurut saya itulah cara masyarat menyikapi penyelenggaraan pilpres sehingga lebih baik mencoret wajah capres yang dinilai tidak ada membawa kemajuan pada bangsa ini
Juli 14th, 2009 at 11:38 am
benar sekali mas catur, menurunnya kepercayaan masyarakat pada pimpinan pemerintah memang menampilkan berbagai interaksi yang bermacam-macam.
mudah-mudahan saja, apa yang menjadi amanat UUD 1945 untuk lebih membawa masyarakat menuju "adil dan sejahtera" dapat terwujud dimasa mendatang.