Advertise your site here Advertise your site here Advertise your site here Advertise your site here

Kategori : Cerita Unik | Komentar : (8)

Menyimak judul posting diatas, tentu anda tidak akan percaya ?

Bagaimana bisa, bukankah telor yang harusnya dierami seekor induk ayam.

Kalo uang ? ah, masak iya …?

Namun kejadian ini memang benar-benar pernah terjadi seperti kisah unik lainnya yang sudah didi posting sebelumnya dalam blog ini. Kali ini fakta yang dihadirkan justru sangat kuat. Karena sang pelaku sendiri juga tinggal satu RT dengan didi. Dan baru saja hari minggu kemaren (29 Juni 2008) ia mengakui hal tersebut.

Kisah ini bermula ketika Mang Sapri (bukan nama sebenarnya) memiliki uang yang banyak, katanya ada sekitar 2 jutaan lebih. Dan saat ia sampai dirumah, justru ia kebingungan. Ia bermaksud menyimpan uang itu tanpa sepengetahuan istrinya. Lagi pula uang kali ini bukan bagian dari gaji pikirnya. Bahkan uang gaji bulanan sudah ia setorkan pada istrinya 1 minggu yang lalu.

Ketika dikamar, ia pun sibuk mencari tempat yang aman untuk uang itu. Di almari, di dalam sepatu, dan dibawah kasur tidak membuat hatinya tenang. Sedangkan untuk menyimpan di Bank, ia takut ketahuan istrinya. Maklum buku tabungan dipegang sang istri. Bolak balik Mang Sapri berjalan didalam kamarnya dengan hati gelisah.

Saat ia melihat keluar melalui jendela kamar, terlihatlah seekor ayam yang sedang berkokok nyaring.

“ Kukuruyuk ….. ! Kukukruyuk ……!”

“ O iya, ….. hehehe, pasti itu tempat paling aman ! ,” gumam Mang Sapri.

Ternyata kandang ayam menjadi tempat yang paling aman menurutnya. Bergegas ia menghitung uang yang akan disimpannya itu kedalam dompetnya yang satu lagi. Dan tak lupa ia pun membungkusnya dengan plastik supaya bersih dari kotoran.

Guna memastikan situasi “aman terkendali”, Mang Sapri tak lupa melhat keberadaan istrinya. Kebetulan sang istri sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan buatnya.

Hmm….,

Dengan senyum terkembang, Mang Sapri bergegas menuju kandang ayam dibelakang rumahnya. Sesampainya di kandang ayam, kebetulan ia menemukan 2 ekor ayam yang sedang bertelor. Dengan sigap Mang Sapri memasukkan dompet berisi uang itu kesalah satu tempat ayam itu. Tak lupa matanya selalu awas terhadap kemungkinan aksinya terlihat oleh orang lain.

Tak butuh waktu yang lama, ia pun melangkah santai meninggalkan kandang ayam dengan bersiul-siul. Bahkan nada lagu siulannya hari itu terdengar begitu indah. Yah kalo Rhoma Irama ada pada saat itu, pasti deh bakalan lebih meriah.

Hehehe, aman menurut Mang Sapri ternyata malah mengundang bencana lain …

Keesokan harinya, istri Mang Sapri tak sengaja mendengar suara kotek ayam betina yang cukup ribut dari dalam kandang ayam. Seakan-akan memanggilnya dengan lagu terindah yang pernah didengarnya …

Mungkin kayak gini yah ,
“ Tek kotek kotek ko..tek ! Anak ayam turun ke kali ….. “

Hahaha, tauk ah gelap. Malah jadi gak nyambung nih.
Hmm, ah terus aja deh …

Istri Mang Sapri jadi semangat mendengar senandung itu.
“wah, ada yang lagi bertelor nih,” pikirnya. Senyumnya pun mengembang dan langkahnya pun jadi bersemangat …

Saat tangannya mulai bergerak mengambil telor itu, pada ayam pertama ia berhasil mendapatkan 2 ekor telor ayam yang masih baru. Namun pada ayam kedua, ia menemukan hal yang aneh. Sebuah bungkusan plastik yang rapi berisi dompet dan uang yang banyak, membuatnya jadi ternganga !

“ Tes … tes … tes ! air liurnya pun mengalir .“

Hah ! hehehe, ya enggaklah (just kidding).

Ia pun terkejut saat mengenali dompet itu sebagai milik suaminya. Apalagi dengan banyak uang didalamnya. Padahal kemarin, sang suami minta uang untuk jajan. Wah, ini penipuan dalam kerajaan nih …

Saat Mang Sapri pulang kerja sore harinya, istrinya telah menyiapkan serangkaian petir, guntur, cuaca yang mendung hingga berbagai iklim yang mengerikan. Sementara itu, Mang Sapri yang tidak mengenal situasi itu dengan santainya memanggil sang istri ….

“ Bu, buatkan kopi yah …. ! “
Teriak Mang Sapri sambil duduk santai di ruang tamu rumahnya.

Perang dunia ketigakah yang akan berlangsung ?

Sayang sekali teman Didi yang mengalami hal itu tidak bersedia menceritakan lebih lanjut. Ia hanya tersenyum kecut sambil geleng-geleng kepala.

“ Maaf yah, kalo untuk cerita yang itu kayaknya gak perlu tahu deh ,” katanya saat didesak.

Kadang didi berpikir sendiri, kira-kira bagaimana yah kelanjutan di sore hari yang mencemaskan itu ?

Hahaha, yang jelas menurut teman didi yang lain. Pasti deh Mang sapri gak akan mendapatkan “jatah” dalam beberapa malam setelah itu.

Akh, ada-ada aja …

Nah, percaya khan kalo memang ada ayam yang mengerami uang ?
(mudah-mudahan para pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah ini)

By. Didi

Advertise your site here

Add dukonbesar.com to your Technorati Favorites Blog

------------------------------

Bila informasi ini bermanfaat bagi anda,

jangan lupa untuk berbagi dengan teman anda yang lain. Gunakan fitur sharing diatas.

Simak juga artikel lainnya pada :

Daftar Artikel blog dukonbesar.com

------------------------------

Artikel lain dalam kategori yang sama :

Cari informasi lainnya ? Gunakan fitur google search dibawah ini :

8 Komentar to “Ketika Ayam Mengerami Uang …”

  1. Ronggo mengatakan:

    Halah klo celengam mah gak cuma ngengamin tapi makan uang =))

  2. bocahiseng mengatakan:

    :) )
    Hahaha, yang jelas menurut teman didi yang lain. Pasti deh Mang sapri gak akan mendapatkan “jatah” dalam beberapa malam setelah itu.

    jatah apa nihh?

  3. Mike.... mengatakan:

    waduh..mo tau kelanjutan kisah sore itu neh…ha..ha..

  4. dee mengatakan:

    huahahaha.. =))
    makanya jangan maen belakang dong mang sapri..
    btw, didi kok ilustrasinya ga nyambung sm isi postingnya yah?

  5. Eko Priyanto mengatakan:

    didi emang suka ga nyambung, payah nih mbah dukun, ayak2 wae kayak dedi coubuser yang mempredikikan final EURO2008 di buka kok kotaknya kosong, trus ada kotak baru lagi, Marah deh om suryo =)) =))=)):)) ;) );;):D:p:((:):(:x=((:-o:-*:|8-}~x(:-tb-(:-lx(

  6. D i d i mengatakan:

    @mas ronggo : :) ) iya juga yah …

    @bocahiseng : jatah apa yah ? ;) ) jatah malam kali ? ..

    @ Mike : wah dia aja gak mo kasih tahu nih. :D

    @ Dee : =)), setelah baca lagi, jadi bener juga yah ? :-o :D =))

    @ Mas Eko : baru sadar juga nih … :D , :) ) koq kmaren gk sadar yah …:))

  7. sluman slumun slamet mengatakan:

    hikmahnya adalah minta jatah dulu sebelum berbohong
    :D

  8. Herry mengatakan:

    lha jatahku mana?

Tinggalkan komentar anda disini :

*