bergabung dalam komunitas ini ? [ Join Now ]

28 November 2008

Sejarah Singkat Pulau Bangka

. 28 November 2008
4 komentar

Awal Mula Pulau Bangka

Pulau Bangka adalah pulau besar yang dikeliling oleh banyak pulau-pulau kecil, menyimpan banyak cerita sejarah dan peradaban yang besar sejak zaman dahulu. Letaknya yang strategis dengan kekayaan alam yang melimpah sejak pertama kali mampu direkam oleh catatan sejarah membuktikan bahwa Pulau Bangka adalah pulau yang bernilai historisitas tinggi.

Sebagai bagian dari sejarah besar, runtutan peristiwa yang pernah terjadi yang berkaitan dengan daerah ini juga menjadi perdebatan. Tidak saja perdebatan berkaitan dengan sejarah mula secara geografis, tetapi juga interaksi masyarakat didalamnya yang masih terus diperdebatkan oleh para peneliti dan tetua masyarakat didalamnya. Perdebatan tentang asal-usul kata Bangka sendiri adalah perdebatan yang belum final hingga sekarang.

Banyak versi yang mencoba memberikan interpretasi atas kata bangka, namun bukti fisik tentang asal-usul kata ini sendiri belum ditemukan kecuali usaha banyak ahli untuk menghubungkan analisis mereka dengan berbagai peristiwa. Versi sejarah yang tampaknya paling kuat adalah versi sejarah Kota Kapur. Ditemukannya bukti sejarah otentik berupa prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 masehi memulai perdebatan tersebut secara ilimiah. Prasasti yang ditemuka di Sungai Menduk (Kabupaten Bangka Barat Sekarang) tersebut berisikan 240 kata bahasa Sanskerta. Prasasti tersebut berisi tentang peringatan kepada masyarakat di wilayah Kerajaan Sriwijaya tentang larangan untuk melakukan pemberontakan. Peringatan tersebut jelas dibuat oleh penguasa kerajaan Sriwijaya pada masa itu sehingga dipekirakan bahwa Pulau Bangka pada masa Kerajaan Sriwijaya telah menjadi pusat aktivitas yang ramai. Dalam prasasti Kota Kapur, sama sekali tidak disebutkan kata Bangka. Namun para ahli sejarah banyak menghubungkan Bahasa Sanskerta yang digunakan pada prasasti Kota Kapur dengan kata vanca yang kemudian mengalami perubahan kata menjadi Bangka tampaknya bisa diterima dengan nalar.

Versi lain menyebutkan bahwa kata Bangka berasal dari kata Bangkai yang menunjukan bahwa kata bangka adala tempat pmbuangan bangkai pada masa penjajahan. Meski demikian, asal-usul kata ini tidak memiliki bukti ilmiah sehingga anlisis versi Kota Kapur di atas lebih bisa diterima oleh masyarakat kebanyakan. Sebuah majalah pada tahun 1846 yang bernama Tijdschrift voor Nederlandsch Indie memuat tulisan bahwa daerah yang disebut Banca adala pulau yang dulunya bernama Chinapata atau China-Batto (Chinapata diduga adala daerah yang dulu pernah dilaporkan oleh seorang pelaut bernama Jans Huyghens van Linschoteen pada tahun 1595 di Amsterdam). Dulu daerah yang disebut Banca mencakup Palembang dan meluas ke arah barat yang kemudian disebut Bangka-Hulu dan kemudian mengalami perubaha dialek menjadi Bengkulu sekarang ini. Ke arah Sumatera Timur, terdapat daerah yang bernama Bangka yang keyakinan banyak orangbtentang kemungkinan ini tidak nampak terlau besar sehingga belakangan banyak orang yang bahkan tidak pernah mendengar cerita ini.

Pulau Bangka dan Sejarah

Belanda pertama kali mendarat di Nusantara tepatnya di Banten Pulau Jawa pada tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman. Cukup lama setelah itu belanda baru melirik Pulau Bangka sebaga salah satu daerah potensial penghasil timah. Ketika Belanda ingin masuk ke Pulau Bangka daerah ini masuk pada kekuasaan Kesultanan Palembang. Hubungan pertama antara VOC dan daerah Bangka Belitung terjadi pertama kalinya pada tahun 1668. Pulau Bangka pada masa itu berada dibawah kekuasaan Sultan Abdurrachman.

Sebuah catatan kontrak antara Belanda dan Sultan Palembang pada tanggal 10 juli 1668 sebagaimana disebutkan dalam buku Kepulauan Bangka Belitung dengan editor Achmad Sahabudin, dan kawan-kawan (2003) menyebutkan bahwa Kesultanan Palembang mengakui Belanda dengan usaha monopoli timahnya dan Belanda akan mlindungi Kesultanan Palembang. Berikutnya pada tahun 1722, Kesultanan Palembang yang berada dibawah pemerintahan Sultan Mahmud Kamarudin mengadakan perjanjian yang berisi ketentuan bahwa VOC memegang hak monopoli perdagangan atas timah. Tahun-tahun setelahnya menunjukan hubungan dagang Belanda dan Kesultanan Palembang berlangsung sangat buruk, sebagai mana Ratu Mahmud Kamarudin gagal memerintah internalnya.

Awal Penambangan Timah

Penemuan timah petama kali di pulau Bangka memiliki beberapa versi. Setidaknya catatanya yang ditulis oleh Heidhues menyebutkan tiga versi penemuan, yakni pada tahun 1707, 1709, dan tahun 1711. timah pada masa awal penemuan tersebut merupakan komoditas yang sangat mudah dilihat karena timah terdapat dimana-mana. Horsfield dalam Heidhues mengatakan bahwa timah dengan mudah terlihat ketika penduduk setempat melakukan pembakaran ladang-ladang ubtuk ditanami oleh penduduk setempat. Logam timah tampak meleleh ketika penduduk melakukan pembakaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya timah pada masa awal abad ke-17 merupakan sebuah komoditas yang midah didapatkan. Hal ini menandakan betapa banyak kandungan timah yang ada di Pulau ini. Apalagi masa penambangan timah yang berlangsung selama 4 abad lebih dan hingga kini masa banyak penambangan timah yang dilakukan di berbagai tempat oleh penduduk dan beberapa perusahaan besar. Orang yang dianggap memperkenalkan penambangan timah di Pulau Bangka adalah orang-orang johor yang memiliki garis keturunan Cina yang beragama Islam dan juga merupakan kerabat Kesultanan Palembang. Abdulhayat dalam keluarga tersebut dan laki-lakinya yang bernama Wan Akub merupaka nama-nama yang banyak disebut dan dianggap merupaka orang-orang yang mempelopori penemuan timah di Mentok dan Pulau Bangka pada umumnya. Heidhues menyebutkan bahwa pada masuknya Orang-Orang johor tersebut, juga datang seorang Cina bernama Oen Asing (Boen Asiong) yang melakukan penambangan timah di kampung Belo Mentok. Orang ini pula yang melakukan berbagai macam gerakan pembaruan dalam penambangan timah. Didatangkan pada masa itu pekerja dari Cina, memperkenalkan penambangan timah dengan menggunakan mesin, teknik perapian untuk membakar timah yang lebih efisien, dan melakukan standarisasi bentuk dan berat timah.

Pada masa ini pula penambangan timah di Bangka mengenal istilah kuli dan kongsi. Kuli dalam ejaan lama koeli berasal dari bahasa Tamil yang artinya orang yang disewa. Sedangkan kongsi berasal dari bahasa Hakka, yaitu kwung-sze yang artinya penanganan atas dasar usaha usaha dan kepentingan bersama dengan tujuan mendapatkan keuntungan ekonomi bersama. Mulai dipekenalkan pula istilah tauke atau towkay yang artinya bos dan sinkeh yang artinya kuli Cina yang terikat pada tahun pertama dan bebas pada tahun kedua dan seterusnya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sejarah penambangan timah pada abad ke-17 dan setelahnya adalah sejarah penambangan timah yang dilakukan oleh orang-orang Cina. Impor pekerja Cina dalam jumlah besar-besaran menyebabkan penduduk Bangka hingga sekarang juga banyak diwarnai kehidupan orang-orang Cina yang mula-mula datang untuk bekerja sebagai penambang pada akhirnya ikut memberikan andil dalam proses perkembangan kultural masyarakat lokal.

Tidak mengherankan jika saat ini penduduk Cina di Pulau Bangka mencapai 30 persen dari total jumlah penduduk propinsi ini. Sebagai salah satu bukti bahwa masyarakat etnis Cina sudah ada sejak dulu, masyarakat etnis Cina dapat dijumpai di berbagai pelosok di daerah Pulau ini. Sebutlah misalnya Mentok, Pangkalpinang, Toboali, Sungailiat, Belinyu, Koba, Sungiselan Jebus dan kampung-kampung kawasa penambang timah berpenduduk ramai.

Penduduk Asli Pulau Bangka

Definisi tenteng penduduk asli Pulau Bangka hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan bahwa penduduk asli Pulau ini adalah Suku Melayu, padahal pembahasan sebelumnya nyebutkan bahwa Suku Melayu adalah eksodus secara perlahan-lahan penduduk yang datang dari kerajaan johor dan Kerajaan Lingga-Riau.

Sejarah dipulau ini juga diwarnai dengan kedatangan orang-orang bugis yang menjadi lanun dan menguasai dan menguasai pulau-pulau kecil dan daerah pesisir Bangka. Cina juga adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan perjalanan perkembangan demografis pulau ini. Sebuah buku yang ditebitkan pada tahun 1954 (anonim) berjudul Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan menuliskan bahwa penduduk asli Pulau Bangka adalah mereka yang merupakan hasil pertalian perkawinan antara pelaut-pelaut yang datang dari Jawa, Palembang, Minangkabau, dan Bugis yang menjelma menjadi penduduk asli yang baru. Jadi tampaknya Pulau Bangka dan Belitung pada mulanya tidak berpenghuni, melainkan didatangi oleh penduduk dari daerah lain dan kemudian membentuk kultur khas daerah ini.

Pada sekitar pertengahan abad ke-17, pasukan dari Kerajaan johor dan Kerajaan Minang datang untuk membantu penguasa setempat menumpas para lanun-lanun yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kedua Kerajaan ini mendarat di Toboali dimana kemudian Kerajaan Minang menetap dan mempengaruhi budaya dan bahasa peduduk setempat, sedangkan Pasukan dari Kerajaan johor menuju Mentok dan kemudian menetap serta memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan budaya dan bahasa penduduk Mentok dan sekitarnya.

Pengaruh Kerajaan Minang di Toboali sangat terasa hingga sekarang, misalnya dari sudut bahasa yang cenderung mengganti huruf S dengan H. Hal ini dapat di indetifisikasi pada penggunaan bahasa yang digunakan di Minang. Pengaruh lain misalnya pada tradisi makanan seperti lemang di Toboali yang merupakan makanan khas Minang. Sedangkan pengaruh Melayu Johor yang sangat kuat ditampakkan pada ciri khas ke-Melayu-an yang sangat kental di Mentok, misalnya pada bahasa yang cenderung menggunakan E pepet, tradisi masyarakat Mentok juga mengidentifikasikan diri dengan tradisi Melayu Malaysia. Sementara itu, Heidhues menyebutkan bahwa seorang pejabat Belanda bernama J. Van den Bogaart datang ke Pulau Bangka pada tahun 1803 membagi penduduk Bangka pada waktu itu dalam 4 kasta, yaitu :
1. Cina,
2. Melayu,
3. Orang Bukit (disebut juga Orang Gunung/Orang Darat),
4. Orang Laut (Orang sekak.


By. Didi
(dari berbagai sumber)

Baca lebih lengkap »»

15 November 2008

Melihat dalam gelap

. 15 November 2008
6 komentar

Dubrag ... !
Selintas gak kepikiran juga ngapain neh Didi pengen menorehkan judul seperti diatas.

Coba deh bayangkan, kalo kita bisa melihat dalam gelap .....

Whuiih, sante aja dong kita kalo mati lampu. Tentunya kalo ada yang mencoba untuk maling dirumah kita, gak bakalan merasa ada sepasang mata yang bisa melihat dengan jelas perbuatannya.

Wekekkekekekek, bisa mokad bin modar tuh maling kena gebuk.

Dari berbagai hal yang terjadi, kayaknya nih banyak orang yang selalu memandang sebelah mata orang yang menderita cacat penglihatan (orang buta). Padahal kebanyakan dari mereka lebih peka dan intuisinya lebih tajam untuk merasakan hal-hal disekitarnya.

Dari segala kekurangannya, buktinya banyak dari mereka mampu berbuat banyak. Padahal jangankan merem, dengan membuka mata aja gak kelihatan apa-apa.

Yang punye mate aje, coba deh lihat diberbagai peristiwa yang terjadi.

- Gara-gara melihat yang agak porno, banyak juga yang memperkosa.
- Gara-gara melihat duit, banyak yang jadi korupsi.
- Gara-gara melihat mobil dan barang mewah, banyak yang ngiler hingga jadi materialistis.
- Gara-gara melihat kolor di jemuran, banyak juga yang jadi maling.

Yakin dah, banyakan orang sehat fisik yang BUTA mata hatinya.

So, kembali pada judul posting diatas. Didi pengen beropini, dengan menformulakan pada keadaan kita yang berada dalam suatu kegelapan. Gelap disini, maksudnya merupakan suatu keadaan kita yang sedang mengalami Down, Susah, Kecewa, Sedih, Drop semangatnya, dan lain-lain.

Gimana memfokuskan diri pada saat GELAP tersebut ?

Jujur aja dah, saat berada dalam keadaan seperti demikian biasanya faktor MENTAL sangat mempengaruhi kita. Pada saat itu, kerap kita dirundung perasaan SEPI, PUTUS ASA, SENDIRI, TIDAK BERGUNA, dan berbagai perasaan yang tidak baik.

Nah, padahal itu kan hanya perasaan kita saja. Disinilah perlunya pondasi HATI yang kokoh, yang menjadi landasan spiritual kita.

Pada saat itu pula, tingkat kesadaran kita lebih dikuasai emosi bila tidak dapat mengelola hati secara baik. Bila tidak, akan muncul berbagai perilaku yang tidak baik. Seperti Minuman-minuman keras, Narkotika, dan berbagai kegiatan negatif lainnya.

Bila kondisi itu tidak diimbangi dengan kondisi lingkungan keluarga, pergaulan dan pemahaman agama yang kurang baik, tentunya dapat membawa kita dalam kegelapan yang lebih jauh.

MELIHAT DALAM GELAP, BUTUH KEBULATAN HATI YANG KUAT

Kiranya pasti pembaca sudah mempunyai formula yang tepat saat kita dalam keadaan demikian. So gak salah dong, berbagi tips dan jurus-jurus melihat dalam gelap.

wkwkwkwkwk, seperti kata temen Didi.

Gampang aja Di, kalo gelap wa pake kacamata infra merah. Itu tuh yang kayak di filem-filem.

Hahahahaha, dasar tuh orang pas ditanya pendapat malah nyambung ma filem.

Btw, gak salah juga yah. Ntar deh, Didi coba beli satu kacamata infra merah. Hehehhe, sapa tau berguna saat dalam keadaan seperti itu.


By. Didi

Baca lebih lengkap »»

06 November 2008

Lama gak nulis, bingung mo ngapain ??

. 06 November 2008
6 komentar

Begini deh, pas mo nulis apa-apa jadi bingung sendiri ...

hihihihi, makin lama makin gak beres nih Didi. Abis bener-bener kena deh ma GAMES ONLINE belum lagi banyak kesibukan kerja menghadapi akhir tahun ini , jadinya pas mo nulis lagi jadi OON sendiri. Huehuhuhu .... katrok deh.

Sebelumnya Didi mohon maaf sebesar-besarnya buat rekan-rekan blogger yang cukup lama Didi belum sempat mampir. Insyaallah kedepannya Didi akan mulai lagi bergerak....., merayap dan membombardir blogging area.

Pas OL kali ini pun Didi kebanyakan cuman pelototin aja nih monitor. Trus baca sini baca situ kebanyakan gak nyambung. Kayak orang ilang ingatan ...

Gedubrak ! Parah ....

Hayah, mo nyambung tulisan ini pun dah abis rokok 6 batang. Set dah !

Pas kena syndrom gini jadi kayak OPNAME di Rumah Sakit aja.

Weleh weleh , dah ah segitu aja dulu ...

Be right back in the next post. See You ...



By. Didi
(suatu ketika kena juga jadi OON)

Baca lebih lengkap »»

21 Oktober 2008

Makro dan Multi Tantra Online Games Mania

. 21 Oktober 2008
6 komentar

Buat para gamers TANTRA ONLINE, disini Didi hadirkan beberapa program makro dan multi untuk mempermudah bermain game TANTRA.

MAKRO program : adalah suatu program yang dibuat supaya karakter yang kita mainkan bisa bergerak sendiri sesuai dengan setting yang telah ditentukan. Hingga memudahkan kita agar bisa main game terus sambil melakukan pekerjaan lainnya. Terutama bobok nyenyak, pas paginya eh dah naek level deh.

MULTI program : adalah suatu program yang dibuat supaya kita dapat memainkan 2 karakter yang berbeda dalam 1 komputer. Yang perlu diingat, karakter yang bakal kita mainkan bersamaan harus beda ID.

untuk Multi tantra, sebaiknya spesifikasi komputer harus baik. terutama sudah menggunakan VGA Card dan spek yang bagus (memory dll). Bila tidak jangan heran bila sering terjadi lagg / ngadat bahkan error tuh game nya.

DAFTAR PROGRAM MAKRO , yang bisa anda download :

1. BATTLEBOOT V (1).1.0.2 >>> password login : gung4nt3ng

2. MOZTOOL V. 1.0.1

3. AGIT MAKRO Tools >>> pasword login : agitlucu

4. BOSSTER 1.01


PROGRAM MULTI Tantra, yang bisa anda download :

1. MULTITAN 1.2 (versi bahasa indonesia)



By. Didi


Sumber : browsing di internet.
(catatan : bagi rekan-rekan yang ingin menambahkan koleksi program makro dan multi mohon dapat sharing linknya dengan memberi komentar atas posting ini)






Baca lebih lengkap »»

Keranda Mayat Yang berjalan Sendiri

.
4 komentar

Membaca judul posting ini, tentunya kita dapat membayangkan betapa seramnya bila terjadi hal seperti itu di hadapan kita.

Namun, peristiwa yang satu ini memang pernah benar-benar terjadi di suatu desa di Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung pada medio tahun 1990 - 1996.

Begini ceritanya ................
Anda tentu tahu tentang keranda mayat ? keranda mayat digunakan untuk mengusung jenazah orang yang sudah meninggal menuju ke tempat pemakaman. Biasanya keranda mayat disimpan di Masjid / Musholla pada berbagai tempat.

Pada suatu hari, tepatnya ketika masyarakat desa itu sedang melakukan ibadah sholat Maghrib di suatu Musholla. Mereka mendapati kejadian yang sungguh luar biasa dihadapan mereka.

Ketika mereka sedang khusuknya menjalankan ibadah sholat Maghrib, semua makmum dan orang di dalam musholla tersebut mendengar sesuatu yang aneh.

" Krieeet .... Kriiet ... ! "

Saat selesai mengucapkan salam pada tahiyat akhir, pertanda selesainya ibadah sholat. Semua orang serentak menoleh pada sumber bunyi tersebut.

Ternyata di teras musholla itu, mereka melihat keranda mayat yang bergerak-berak sendiri. Bunyi yang cukup keras itu berasal dari keranda mayat (bahan kayu) yang tampak berjalan berputar menyusuri teras musholla itu.

Whuuuiih .... !

Tak ayal lagi mereka terkejut dan kaget, sehingga banyak yang ketakutan setengah mati.

Anehnya, keranda mayat itu terus berputar hingga mengelilingi musholla itu beberapa kali.

Kejadian ini menimbulkan tanda tanya yang luar biasa. Apalagi terjadi setelah ibadah sholat Maghrib.

Menurut ceritanya, peristiwa itu membuat seluruh masyarakat desa itu GEGER. Hingga saat ini, tidak banyak orang diluar desa tersebut mengetahui persis kejadiannya. Karena termasuk tabu untuk disebarluaskan.

Mulai saat itulah, keranda mayat di Musholla itu diganti dengan bahan dari alumunium. Tidak lagi menggunakan bahan kayu. Dan keranda mayat dari kayu tersebut dibakar tidak lama kemudian, guna mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang lagi.

" Krieeet .... Kriiet ... ! "

Hiiiiiii ...........

Pokoknya seram dah kalo dibayangkan, apalagi menurut temen Didi yang mengalaminya saat itu ia masih seusia anak sekolah dasar.

Begitu banyak misteri yang terjadi disekitar kita dan menimbulkan berbagai catatan kehidupan yang menarik untuk ditelusuri.

Wallahualam bissawab .....


By. Didi
(Sumber : kesaksian nyata seorang teman Didi yang mengalami saat itu)

Baca lebih lengkap »»
Google
 
Web www.dukonbesar.com
 

TOP 10 ARTIKEL


© Copyright 2007-2008. www.dukonbesar.com . All rightsreserved | www.dukonbesar.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com